Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini https://jurnal.staip.ac.id/index.php/albanin <p>"Al-Banin: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini" adalah Jurnal akademik yang fokus pada isu-isu pendidikan Islam bagi anak-anak usia dini. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi para peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan Islam untuk berbagi pemahaman, penelitian, dan pengalaman terkait pendidikan Islam anak usia dini baik secara teoritis maupun praksis. Fokus penelitian diarahkan pada peneraapn metode pengajaran, kurikulum, perkembangan anak, pengasuhan, pemahaman agama, dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan langsung dengan pendidikan Islam anak usia dini.</p> <p>"Al-Banin" adalah istilah dalam bahasa Arab yang berarti "anak-anak" atau "keturunan." Dalam konteks jurnal "Al-Banin: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini." istilah ini mengacu pada pendidikan Islam untuk anak-anak usia dini, yang merupakan topik utama kajian dalam jurnal ini.</p> id-ID Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Implementasi Pembiasaan Praktek Shalat Dhuha dalam meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini https://jurnal.staip.ac.id/index.php/albanin/article/view/1712 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam implementasi pembiasaan salat Dhuha terhadap peningkatan kedisiplinan anak usia dini di PAUD Cempaka Mekar Kecamatan Cikakak, Sukabumi. Kedisiplinan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai landasan pembentukan regulasi diri, tanggung jawab, serta kemampuan berperilaku sesuai norma dan aturan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi 17 anak usia 5–6 tahun kelompok B yang terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan salat Dhuha. Fokus observasi diarahkan pada lima indikator kedisiplinan anak, yaitu ketepatan waktu hadir, antusiasme mengikuti ibadah, ketepatan dalam melakukan gerakan salat, ketenangan serta fokus saat beribadah, dan keteraturan dalam wudu serta merapikan tempat ibadah. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator kedisiplinan selama empat minggu pelaksanaan program. Pembiasaan salat Dhuha yang dilakukan secara terstruktur, konsisten, dan dalam suasana religius terbukti efektif dalam membentuk perilaku disiplin anak. Selain itu, keterlibatan guru sebagai figur teladan dan dukungan orang tua melalui penguatan di rumah turut berperan dalam mengoptimalkan proses internalisasi nilai kedisiplinan. Dengan demikian, pembiasaan salat Dhuha dapat diimplementasikan sebagai strategi pedagogis yang tidak hanya memperkuat dimensi spiritual, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan karakter anak secara holistik dalam konteks pendidikan anak usia dini.</p> Aden Yusup Hak Cipta (c) 2026 Aden Yusup https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-01-31 2026-01-31 3 1 1 11 10.51729/banin.311712 Dari Guntingan Menjadi Keterampilan https://jurnal.staip.ac.id/index.php/albanin/article/view/1774 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas menggunting dan menempel pada anak usia 4-5 tahun dapat meningkatkan kemampuan motorik anak di PAUD KB AL-ZAITUN. Latar belakang penelitian didasarkan pada kurangnya keterampilan motorik halus dalam aktivitas menggunting dan menempel , kurang nya koordinasi mata dan tangan, kesulitan memegang gunting dengan benar dan ketidak mampuan menempel secara rapih.Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 14 anak kelompok A di PAUD KB AL-ZAITUN Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gunting dan lem dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran dan peningkatan keterampilan motorik halus anak usia dini dalam peningkatan pada aspek koordinasi mata dan tangan, fokus dan kesabaran. Pada pra tindakan anak yang Belum Berkembang (BB) 6 siswa dengan presentasi 42.85%, anak yang Mulai Berkembang (MB) 8 siswa dengan presentasi 57.15 %. Pada Siklus I anak yang Belum Berkembang (BB) 1 siswa dengan presentasi 7.14 % sedangkan anak yang Mulai Berkembang (MB) 13 siswa presentasi 92.86%. Pada Siklus II anak yang Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 2 siswa presentase 14.28% sedangkan Berkembang Sangat Baik (BSB) 12 siswa presentase 85.72 %. Media gunting dan lem terbukti mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak di paud kb al-zaitun. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan gunting dan lem dalam pembelajaran karena sangat efektif dalam keterampilan motorik halus anak.</p> Desi Arisandi Yani Suryani Nani Widianingsih K. Hak Cipta (c) 2026 Desi Arisandi, Yani Suryani, Nani Widianingsih K. https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-01-31 2026-01-31 3 1 12 22 10.51729/banin.311774 Pendidikan Anak dalam Perspektif Hadis Tarbawi https://jurnal.staip.ac.id/index.php/albanin/article/view/1935 <p>Pendidikan anak merupakan aspek fundamental dalam ajaran Islam karena anak dipandang sebagai amanah yang harus dibina sejak usia dini agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. Hadis Nabi Muhammad saw. sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an mengandung banyak petunjuk pendidikan (hadis tarbawi) yang relevan dengan pembentukan karakter dan kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan anak dalam perspektif hadis tarbawi serta relevansinya dengan pendidikan anak usia dini pada masa kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari hadis-hadis Nabi Muhammad saw. yang berkaitan dengan pendidikan anak, kitab hadis mu‘tabarah, buku pendidikan Islam, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan tematik hadis.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tarbawi memuat prinsip-prinsip pendidikan anak yang komprehensif, meliputi pendidikan akidah, akhlak, ibadah, serta pengembangan aspek sosial dan emosional anak. Pendidikan anak dalam hadis tarbawi menekankan peran sentral orang tua sebagai pendidik utama, pentingnya keteladanan, pembiasaan nilai-nilai kebaikan, serta penggunaan metode pendidikan yang humanis dan penuh kasih sayang tanpa kekerasan. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan anak dalam hadis tarbawi memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip pendidikan anak usia dini modern, khususnya dalam membangun karakter dan moral anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian hadis tarbawi serta menjadi rujukan praktis bagi pendidik dan orang tua dalam menerapkan pendidikan anak berbasis nilai-nilai Islam.</p> <p><strong> </strong></p> Imam Buchori Herri Azhari Hak Cipta (c) 2026 Imam Buchori, Herri Azhari https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-01-31 2026-01-31 3 1 23 35 10.51729/banin.311935 Permainan Puzzle https://jurnal.staip.ac.id/index.php/albanin/article/view/1962 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun melalui penggunaan media puzzle di PAUD Bunga Mawar. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan anak dalam mengenal angka, huruf, bentuk, serta keterampilan berpikir logis dan pemecahan masalah. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin dengan dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak kelompok B. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: pada kondisi awal hanya 30% anak yang berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), meningkat menjadi 96% pada akhir siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa puzzle efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, mengenali pola, serta menyelesaikan masalah. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan proses pembelajaran berbasis puzzle yang dikaitkan langsung dengan teori perkembangan kognitif tahap pra-operasional menurut Piaget. Puzzle terbukti tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menciptakan pembelajaran bermakna yang dapat diadaptasi oleh guru PAUD</p> Andepi Daryana Tuti Sulastri Devi Sulaeman Hak Cipta (c) 2026 Andepi Daryana, Tuti Sulastri, Devi Sulaeman https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-01-31 2026-01-31 3 1 36 44 Dampak Program Parenting terhadap Nutrisi dan Kesehatan Anak https://jurnal.staip.ac.id/index.php/albanin/article/view/1974 <p>Pengetahuan orang tua memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan nutrisi anak usia dini. Namun, dalam praktik pengasuhan, masih ditemukan berbagai keterbatasan pemahaman orang tua terkait konsep kesehatan dan gizi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara mendalam pengetahuan orang tua tentang kesehatan dan nutrisi anak melalui pendekatan kualitatif fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di satuan PAUD Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan sepuluh orang tua sebagai partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 melalui wawancara terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua tentang nutrisi anak masih berorientasi pada pemenuhan rasa kenyang, sementara kesehatan anak dipersepsikan sebagai kondisi tidak sakit. Program parenting di PAUD menjadi sumber pengetahuan utama yang dipercaya orang tua, meskipun implementasinya belum optimal dan berkelanjutan. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik pengasuhan yang dipengaruhi oleh faktor waktu, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaharuan dengan menempatkan pengetahuan orang tua sebagai fondasi utama dalam upaya peningkatan kesehatan dan nutrisi anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program parenting yang holistik, kontekstual, dan terintegrasi dengan layanan pendidikan serta kesehatan.</p> <p> </p> Nia Soniati Hak Cipta (c) 2026 Nia Soniati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-01-31 2026-01-31 3 1 45 59 10.51729/banin.311974