Strategi Penguatan Kapasitas Guru Melalui Modul Adaptif di Daerah Terisolir

Pengabdian Masyarakat di Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Mandah

Penulis

  • Ahmad Zulriantoni Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim, Riau
  • Hairul Amin Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim, Riau
  • Irfan Abdurahman STAI Pelabuhan Ratu, Sukabum
  • Andreko STAI Pelabuhan Ratu, Sukabum
  • Nurhikmah STAI Pelabuhan Ratu, Sukabum

DOI:

https://doi.org/10.51729/al-khidmah.422486

Kata Kunci:

Modul Adaptif Pesisir, Aksesibilitas Pendidikan, Resiliensi Komunitas, Pompong, Transformasi Sosial

Abstrak

Pendidikan di wilayah pesisir terisolir sering kali menghadapi tantangan disrupsi geografis yang menghambat kontinuitas belajar. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada isu keterbatasan aksesibilitas pendidikan di SMAS Islam Fathurrahman, Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Mandah, akibat ketergantungan pada transportasi perahu motor (pompong) dan fluktuasi pasang-surut air laut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merancang strategi pembelajaran adaptif serta membangun resiliensi komunitas sekolah berbasis kearifan lokal. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang mengintegrasikan metode Asset-Based Community Development (ABCD) melalui siklus pemetaan akses, penyusunan Modul Adaptif Pesisir, serta pelatihan kapasitas pendidik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa implementasi Modul Adaptif Pesisir berbasis luring (offline) secara efektif menjaga keberlanjutan proses belajar siswa saat terhalang hadir ke sekolah. Selain itu, program ini memicu transformasi sosial berupa terbentuknya kemandirian belajar siswa (Self-Regulated Learning), lahirnya guru sebagai pemimpin lokal (local leader), serta munculnya pranata baru berupa regulasi jam belajar fleksibel tanpa sanksi disiplin. Tumbuhnya kesadaran kolektif antara sekolah, orang tua, dan penyedia transportasi pompong membuktikan bahwa penguatan kapasitas internal mampu mengubah kerentanan geografis menjadi resiliensi komunitas yang berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afandi, A., & al., et. (2022). Modul Pendampingan Masyarakat: Pendekatan ABCD (Asset

Based Community Development). LPPM UIN Sunan Ampel.

Attariq, & al., et. (2025). Penguatan Literasi Anak Pesisir melalui Pendekatan

Edukasi Kontekstual Berbasis Lingkungan. DAYAKARYA: Jurnal Pengabdian

Masyarakat, 1(1), 1–10.

Bachtiar, R., & Wibowo, S. (2024). Pengembangan Modul Pembelajaran Kontekstual

Wilayah Pesisir. Jurnal Riset Teknologi Dan Inovasi Pendidikan, 7(1), 33–42.

Fauzi. (2026). Hasil wawancara mendalam dengan Fauzi (Siswa Kelas 12 SMAS Islam

Fathurrahman).

Freire, P. (2018). Pedagogy of the Oppressed. Bloomsbury Publishing.

Green, G. P., & Haines, A. (2016). Asset Building & Community Development. SAGE

Publications.

Handayani, T., & Arifin, Z. (2023). Kepemimpinan Guru di Daerah Terpencil: Agen

Perubahan Sosial Sekolah Pesisir. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 77–88.

Iskandar, M., & Wahyudi, A. (2023). Penguatan Kapasitas Guru Daerah 3T Melalui

Pelatihan Pembelajaran Diferensiasi. Jurnal Pengabdian Pendidikan, 6(2), 101–112.

Mahmud, A. (2022). Ketahanan Sosial Masyarakat Pesisir dalam Mengakses Layanan

Dasar Pendidikan. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 15(3), 180–192.

Nurbayti. (2026). Hasil wawancara mendalam dengan Nurbayti (Guru Walikelas SMAS

Islam Fathurrahman).

Nurbayti, & Syafrudin. (2026). Hasil wawancara mendalam dengan Nurbayti dan

Syafrudin.

Nurhadi, A., & Susanto, B. (2024). Kemitraan Masyarakat dan Resiliensi Pendidik di

Daerah Terluar. Jurnal Transformatif Pendidikan, 5(2), 85–97.

Pratama, Y., & Lestari, D. (2023). Kemandirian Belajar Siswa di Daerah Blankspot

Melalui Modul Cetak Mandiri. Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh, 24(1),

12–22.

Putra, E. S. I., Ahmad, Khairuddin, Muthalib, A., & Hasnawati. (2025). Transformasi

Manajemen Pendidikan di Wilayah Pesisir Inhil: Analisis Dinamika Sosial

Ekonomi Masyarakat. Jurnal Edukasi, 13(1), 652–660.

Rahmawati, E., & Fitriani, N. (2023). Aksesibilitas Pendidikan Pesisir dan Strategi

Pembelajaran Terpencil di Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Pengabdian Dan

Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 112–122.

Safitri, A., & Hidayat, R. (2022). Tantangan Pendidikan di Wilayah Pesisir: Studi

Kasus Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 85–98.

Stringer, E. T. (2020). Action Research in Education. Pearson Higher Ed.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suharto, E. (2017). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Panduan Praktis

Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Refika Aditama.

Supriadi, D., & Suryani, L. (2024). Model Pembelajaran Adaptif Bagi Sekolah

Terisolir di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 11(1), 45–55.

Suryaman, M. (2023). Inovasi Kurikulum Adaptif Pada Sekolah Berbasis Komunitas

Terisolir. Jurnal Kurikulum Dan Pembelajaran, 12(2), 140–150.

Syafrudin. (2026). Hasil wawancara dengan Syafrudin (Pemilik Pompong/Masyarakat

Lokal).

Tilaar, H. A. R. (2016). Mewujudkan Pendidikan Nasional yang Memberdayakan. Rineka

Cipta.

Tilaar, H. A. R. (2018). Pedagogik Kritis: Perkembangan untuk Perubahan Sosial di

Indonesia. Kompas Media Nusantara.

Widodo, S., Rahmawati, N., & Kusuma, H. (2022). Digitalisasi Pendidikan di Wilayah

Pesisir: Peluang dan Tantangan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(3), 195–210.

Wijaya, C., & Kusuma, A. (2024). Transformasi Kebijakan Sekolah Terisolir Berbasis

Kearifan Lokal. Jurnal Analisis Kebijakan Pendidikan, 8(1), 20–30.

Zimmerman, B. J. (2017). Self-Regulated Learning and Academic Achievement: Theoretical

Perspectives. Routledge.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Zulriantoni, A., Amin, H., Abdurahman, I., Andreko, & Nurhikmah. (2026). Strategi Penguatan Kapasitas Guru Melalui Modul Adaptif di Daerah Terisolir: Pengabdian Masyarakat di Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Mandah. Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 135–149. https://doi.org/10.51729/al-khidmah.422486