Beyond Autonomy

Komparatif Hukum Jinayat Aceh vs Pengadilan Syariah Malaysia 2026

Penulis

  • Aulia Rahmadana IAI Darul Ulum Kandangan
  • Akhmad Robiani IAI Darul Ulum Kandangan
  • Muhammad Jaidi IAI Darul Ulum Kandangan

DOI:

https://doi.org/10.51729/sakinah412039

Kata Kunci:

Hukum Jinayat, Pengadilan Syariah, Perbandingan Hukum, Malaysia

Abstrak

Penelitian ini mengkaji perbandingan penerapan hukum jinayat di Aceh dan pengadilan syariah di Malaysia dalam konteks perkembangan tahun 2026. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana perbedaan struktur kelembagaan, yakni otonomi khusus di Aceh dan federalisme di Malaysia, memengaruhi efektivitas serta karakter penegakan hukum syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method dengan mengombinasikan data kuantitatif berupa statistik perkara dan data kualitatif yang mencakup analisis kebijakan serta konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aceh memiliki volume perkara lebih tinggi dengan tingkat banding yang lebih rendah, menandakan efisiensi dan konsistensi penegakan hukum. Sebaliknya, Malaysia menunjukkan variasi implementasi akibat pembagian kewenangan antarnegara bagian. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya peningkatan kasus moralitas digital sebagai fenomena baru pasca pandemi yang menuntut adaptasi regulasi. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kerja sama bilateral dalam harmonisasi praktik hukum syariah. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa hukum syariah di kedua wilayah berkembang secara dinamis, dipengaruhi oleh faktor politik, sosial, dan teknologi, serta berpotensi membentuk model hukum Islam regional yang lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan global.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adhi Yudha, Muhammad, dan Nandang Sambas. “TRANSFORMASI SOSIAL DAN ADAPTASI HUKUM DI ERA DIGITAL ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP DINAMIKA MASYARAKAT INFORMASI DI INDONESIA.” Sharia: Jurnal Kajian Islam 2, no. 2 (2026): 80–94. https://doi.org/10.59757/sharia.v2i2.91.

Ahmad Ibnu Aqil Assaidi. “Konvergensi Hukum Jinayah Islam dan Hukum Pidana Modern: Telaah Normatif dan Praktis.” Jurnal Al-Nadhair 4, no. 01 (2025): 42–54. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i01.122.

Anders, Gerhard, Fidelis E. Kanyongolo, dan Brigitte Seim. “Corruption and the Impact of Law Enforcement: Insights from a Mixed-Methods Study in Malawi.” The Journal of Modern African Studies 58, no. 3 (2020): 315–36. https://doi.org/10.1017/S0022278X2000021X.

Bulqis, Shoffia, Yusnita Eva, dan Zulfan Zulfan. “Dynamics of the Islamic Justice System in Malaysia: An Analysis of the Differences in State-level Shari’ah Courts.” Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam 6, no. 1 (2025): 104–15. https://doi.org/10.15575/as.v6i1.43301.

Contreras Ramírez, José Luis, dan Isaac De Paz González. “Constitutional and International Approaches on the Use of Police Force in Mexico and the United States.” Mexican Law Review, advance online publication, 29 Juli 2022. https://doi.org/10.22201/iij.24485306e.2022.1.17172.

Fauzah Nur Aksa, T. Saifullah, dan Al Farabi. “The Implementation of Qanun Jinayat in Aceh.” Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum 8, no. 1 (2023). https://doi.org/10.22515/alahkam.v8i1.5896.

Feener, R. Michael, David Kloos, dan Annemarie Samuels. Islam and the Limits of the State: Reconfigurations of Practice, Community and Authority in Contemporary Aceh. BRILL, 2016. https://doi.org/10.1163/9789004304864.

Fikar, Muhammad, dan Dyah Mutiarin. “Tata Kelola Kebijakan Qanun Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Maisir (Perjudian) Di Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh.” Journal of Governance and Public Policy 1, no. 3 (2014). https://doi.org/10.18196/jgpp.2014.0018.

Halim, Abdul. “Non-Muslims in the Qanun Jinayat and the Choice of Law in Sharia Courts in Aceh.” Human Rights Review 23, no. 2 (2022): 265–88. https://doi.org/10.1007/s12142-021-00645-x.

Harahap, Burhanudin, I. Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, dan Lego Karjoko. “Non-Muslims and Sharia-Based Regional Government; Comparison between Aceh, Indonesia and Selangor, Malaysia.” AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial 18, no. 2 (2023): 364–91. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v18i2.10456.

Harahap, Cempaka Sari. “SANKSI BAGI PELAKU ZINA (Perbandingan Qanun No. 6 Tahun 2014 Dan Enakmen Jenayah Syariah Negeri Selangor No. 9 Tahun 1995 Seksyen 25).” Petita : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah 3, no. 2 (2018): 276. https://doi.org/10.22373/petita.v3i2.4050.

Hasibuan, Kalijunjung, Adnani Ma, dan Yana Priyana. “Pemberlakuan Hukum Syariah dalam Sistem Hukum Nasional: Studi Kasus tentang Penegakan Hukum Syariah di Negara Asia.” Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains 2, no. 10 (2023): 942–51. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i10.707.

Hasibuan, Kalijunjung, Adnani Ma, dan Yana Priyana. “Pemberlakuan Hukum Syariah dalam Sistem Hukum Nasional: Studi Kasus tentang Penegakan Hukum Syariah di Negara Asia.” Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains 2, no. 10 (2023): 942–51. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i10.707.

Hidayat, Rahmat. “DINAMIKA PEMIKIRAN EKONOMI SYARIAH DALAM MENJAWAB REALITAS EKONOMI MODERN.” Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) 3, no. 2 (2025): 209–24. https://doi.org/10.15575/ejil.v3i2.2000.

Juliandika, Adam, dan Fazzan Fazzan. “The Implementation of Islamic Sharia in the Enforcement of Qanun Jinayat in Aceh: A Legal Analysis and Social Impact.” Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 1, no. 2 (2024): 148–61. https://doi.org/10.70742/ahlika.v1i2.94.

Khotimah, Umi Khusnul. “Sharia Economic Law Regulation In Indonesia And Malaysia: Implementation And Challenges.” SASI 30, no. 4 (2024): 402. https://doi.org/10.47268/sasi.v30i4.2312.

Makhrus Munajat. “Dinamika Penegakan Hukum Jinayat di Aceh: Harmonisasi antara Kearifan Lokal, Syariat Islam, dan Hak Asasi Manusia.” IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia 14, no. 1 (2025): 85–109. https://doi.org/10.14421/inright.v14i1.4059.

Makhrus Munajat. “Dinamika Penegakan Hukum Jinayat di Aceh: Harmonisasi antara Kearifan Lokal, Syariat Islam, dan Hak Asasi Manusia.” IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia 14, no. 1 (2025): 85–109. https://doi.org/10.14421/inright.v14i1.4059.

Mohamad, Marzuki. “Contesting Syariah Laws in Malaysia: Religion, Human Rights and the State’s Response.” Journal of Politics and Law 10, no. 5 (2017): 140. https://doi.org/10.5539/jpl.v10n5p140.

Muhammad Yunus Hidayatullah, Nur Rohmah, Kenneth Sulthon Alafi Al-Hallaj, dan Abdul Kadir Riyadi. “Non-Muslim Khalwat in Qonun Jinayat in Aceh, Indonesia: Discourse on Islamic Sharia and Human Rights.” Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 9, no. 1 (2025): 1–20. https://doi.org/10.21009/hayula.009.01.01.

Nasution, Syamruddin, dan Abd. Ghofur. “Politik Islam di Malaysia; Studi tentang Partai Al-Islam Se-Malaysia (PAS) di Kelantan.” An-Nida’ 43, no. 2 (2019): 144. https://doi.org/10.24014/an-nida.v43i2.12321.

Nurachman, Ikhsan, Irawan Irawan, Rohmat Mulyana Sapdi, dan Engkus Kusnadi. “Analisis Filosofis Pilihan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran dalam Penelitian Manajemen Pendidikan Islam.” JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 9, no. 1 (2026): 105–11. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10190.

Pancasilawati, Abnan. “Implementasi Hukuman Cambuk dalam Perspektif GoodGovernance dan HAM.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 5, no. 3 (2025): 2207–19. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3.4094.

Pramesti, Devinka Aria, Farahdiny Siswajanthy, Syahrul Bahar, Tegar Yudha Permana, dan Tri Kurnia Dharma Bhakti. “Perbandingan Regulasi Hukum Perbankan Dalam Sistem Operasional Bank Konvensional dan Bank Syariah: Studi Kasus Terhadap Kepatuhan Terhadap Prinsip-Prinsip Syariah.” JUSTITIA Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora 6, no. 2 (2023): 594. https://doi.org/10.31604/justitia.v6i2.594-598.

Sari, Aisyah Sekar, Nadia Aprisilia, dan Yessi Fitriani. “Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif: Observasi, Wawancara, dan Triangulasi.” Indonesian Research Journal on Education 5, no. 4 (2025). https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.3011.

Shadiqin, Sehat Ihsan, dan Eka Srimulyani. “THE CONTESTED AUTHORITIES: Institution and Agency in the Enforcement of Sharia Law in Aceh, Indonesia.” Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies 5, no. 2 (2022): 198. https://doi.org/10.30821/jcims.v5i2.10601.

Sobrino, Fernanda, Adolfo De Unánue T., Edgar Hernández, dkk. “Designing AI for Prosecutorial Governance: Case Prioritization and Statutory Oversight in Mexico.” Versi 2. Preprint, arXiv, 2026. https://doi.org/10.48550/ARXIV.2601.00396.

Sudira, I. Wayan. “KEADILAN DIGITAL: TANTANGAN HUKUM DALAM ERA DISRUPSI TEKNOLOGI.” Kertha Widya 12, no. 2 (2025): 35–59. https://doi.org/10.37637/kw.v12i2.2203.

Ulul Azmi, Muhammad Fikri, Munawir Khaliq, dan Muhammad Affandi Yusuf. “Birokratisasi Islam di Indonesia, Brunei, dan Malaysia: Systematic Literature Review (SLR).” Empiricism Journal 6, no. 4 (2025): 1871–83. https://doi.org/10.36312/7nrbz568.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31

Cara Mengutip

Rahmadana, A., Robiani, A., & Jaidi, M. (2026). Beyond Autonomy: Komparatif Hukum Jinayat Aceh vs Pengadilan Syariah Malaysia 2026. As-Sakinah : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.51729/sakinah412039