Transformasi Hifdzul Lisan di Ruang Digital
Analisis Hadis dalam Etika Berkomentar Netizen
DOI:
https://doi.org/10.51729/murid.411979Kata Kunci:
Hifdzul lisan, etika digital hadist, netizen media sosialAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena cyberbullying dan ujaran kebencian di media sosial yang menunjukkan degradasi moral dalam berkomunikasi digital. Isu utama penelitian ini adalah bagaimana transformasi konsep hifdzul lisan (menjaga lisan) dalam tradisi Islam dapat diimplementasikan sebagai etika berkomentar bagi netizen di ruang digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis relevansi hadis-hadis tentang menjaga lisan terhadap perilaku bermedia sosial saat ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) serta analisis konten terhadap hadis-hadis tematik mengenai etika berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep hifdzul lisan mengalami pergeseran bentuk dari lisan (ucapan) menjadi tulisan (komentar digital), namun esensi nilai moralnya tetap sama. Hadis Nabi SAW yang memerintahkan untuk berkata baik atau diam menjadi pondasi utama dalam etika digital. Implementasi hifdzul lisan di ruang digital mencakup aspek tabayyun (verifikasi informasi), penggunaan kalimat yang santun (qaulan layyinan), dan menghindari perdebatan yang tidak produktif. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi etika digital berbasis hadis merupakan solusi preventif dalam menekan konflik sosial di dunia maya. Kesadaran akan pengawasan ilahiah terhadap setiap ketikan jari (jari sebagai pengganti lisan) menjadi kunci utama transformasi ini agar tercipta ekosistem digital yang harmonis dan edukatif bagi seluruh pengguna internet, khususnya netizen di Indonesia.
Unduhan
Referensi
Ainiyah, N. (2018). Remaja millennial dan media sosial: Media sosial sebagai media
Aprilia, R., & Suryadi, B. (2021). Etika komunikasi digital di kalangan generasi milenial
Bungin, B. (2021). Metodologi penelitian kualitatif: Aktualisasi metodologis ke arah ragam varian kontemporer. Jakarta: Kencana.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
dalam perspektif Islam. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 45–60. https://doi.org/10.15642/jki.2021.11.1.45-60
disrupsi. Jurnal Sosioteknologi, 22(1), 15–27. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2023.22.1.2
Fauzi, A. (2020). Literasi digital dan etika bermedia sosial dalam perspektif pendidikan
Global, 12(1), 1–14. https://doi.org/10.24815/jkg.v12i1.26789
Hasanah, U. (2021). Nilai-nilai hadis dalam membangun etika komunikasi di media
Hidayat, T., & Syahidin. (2019). Konsep etika komunikasi Islam dalam Al-Qur’an dan
implementasinya di media sosial. Jurnal Komunikasi Islam, 9(2), 243–264. https://doi.org/10.15642/jki.2019.9.2.243-264
informasi pendidikan bagi remaja millennial. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 2(2), 221–236. https://doi.org/10.35316/jpii.v2i2.76
Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(2), 109–122. https://doi.org/10.14421/jpai.2020.172-02
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.
modern. Jurnal Studi Hadis, 4(2), 145–160. https://doi.org/10.21043/jsh.v4i2.7895
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nugroho, A., & Safitri, D. (2023). Perilaku netizen dan tantangan etika digital di era
of user behavior. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(1), 67–82. https://doi.org/10.31315/jik.v21i1.7890
Putri, M. A., & Lestari, P. (2023). Digital communication ethics in social media: A study
Rahman, F. (2020). Etika berbicara dalam hadis dan relevansinya dengan komunikasi
Sari, D. P. (2023). Hoaks dan literasi digital masyarakat Indonesia. Jurnal Komunikasi
sosial. Jurnal Living Hadis, 6(1), 33–52. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2021.2465
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
terhadap psikologis remaja. Jurnal Psikologi, 18(2), 89–102. https://doi.org/10.24014/jp.v18i2.18234
Wulandari, R., & Fitriani, Y. (2022). Cyberbullying di media sosial dan dampaknya
Yusuf, A. M. (2020). Metode penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Jakarta: Kencana.
Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

